h1

uu pornografi

Juni 21, 2011

BAB II LARANGAN DAN PEMBATASAN Pasal 4 (1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat: a. persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang; b. kekerasan seksual; c. masturbasi atau onani; d. ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; e. alat kelamin; atau f. pornografi anak. (2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang: a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin; c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual. Pada pasal 4 (1) dsitu tersebut bahwa : dilaranga memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar luaskan, menyiar menginpor, mengekspor,menawarkan, memperjual belikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi, akan tetapi banyak juga kita lihat atau kita jumpai disekitar kita, contohnya ; tontonan televisi yang sudah makin membahayakan, memang kebanyakan daripelaku tidak secara jelas mempertontonkan, akan tetapi tidak sedikit dari mereka yang mengesankan ketelanjangan, dan itu semua menjadi acuhan anak muda sekarang untuk meniru gaya mereka, bahkan anak usia dinipun banyak yang mulai menirukan gaya berpakaiaan serta gaya berbicara. Kekerasan seksual yang terjadi disaat ini kebanyakan dari mereka juga mengamalkan dari apa yang mereka lihat baik dari televisi maupun situs porno baik dewasa maupun pornografi anak yang tersedia dalam internet. Dan pasal (2), dalam pasal ini lebih menekankan pada larangan jasa pornografi, akan tetapi kegiatan itu sudah merupakan hal yang sangat biasa, tidak hanya pada tempat yang tertutup atau bahkan ditutupi; akan tetapi kegiatan itu dipertontonkan secara jelas, misalnya saja, pada warnet terdekat. Sering kali kita jumpai didalamnya terdapat arsip-arsip pornografi yang secara sengaja mereka publikasikan. Dan menurut pengamatan, warnet-warnet yang mengarsipkan pornografi lebih diminati masyarakat untuk dikunjungi. Semua ini sudah termaktub jelas pada UU yang seharusnya patut ditegakkan, akan tetapi toh masih banyak pelanggaran, ini merupakan PR buat aparat penegak hukum dan juga keadaran bangsa ini untuk menaati UU yang telah dibuat dan situjui oleh pemerintah yang patut kita taati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: