h1

SEJARAH PERKEMBANGANGAN PSIKOLINGUISTIK

Mei 12, 2011

Ferdinan de saussure (1858-1913), pakar linguistik berkebangsaan swiss, telah berusaha menerangkan apa sebenarnya bahasa itu (linguistik), dan bagaimana keadaan bahasa itu didalam otak (psikolog). Beliau memperkenalkan tiga istilah tentang bahasa yaitu, langage (bahasa pada umumnya yang bersifat abstrak), langue (bahasa tertentu yang bersifat abstrak), dan parole (bahasa sebagai tuturan yang bersifat konkret). Dia menegaskan objek kajian linguistik adalah langue,sedangkan objek kajian psikologi adalah parole. Ini berarti, kalau ingin mengkaji bahasa secara lengkap, maka kedua disiplin, yakni linguistik dan psikologi harus diginsakan, hal dikatakan karena dia beranggapan segala sesuatu yang ada dalam bahasa itu pada dasarnya itu bersifat psikolog.

Sebagai ilmu psikologi tidak mungkin hidup tanpa ilmu bahasa. Juga dikatakan bahwa satu-satunya jalan untuk masuk kedalam akal manusia adalah melaluihukum-hukum asal manusia dan bukan melalui panca indra manusia.

ASPEK NEOLOGI BAHASA.

  1. Struktur, fungsi, pertumbuhan, otak.

Otak (serebrum dan srebelum) adalah salah satu komponen dalam system susunan saraf manusia. Koponen lainnya adalah sumsum tulang belakang atau medula spinalis dan saraf tepi. Yang pertama, otak, berada di dalam ruang tengkorak; medula spinalis berada di dalam ruang tulang belakang; sedangkan saraf tepi (saraf spinalis dan saraf otak) sebagian berada di luar tadi (kusumoputro 1981).  Otak seorang bayi yang baru dilahirkan kira-kira 40%; sedangkan makhluk primata lain, seperti kera dan simpanisme adalah 70%. Bisa dilihat bahwa manusia mempunyai waktu yang tidak terlalu lama untuk mengembangkan, yang sebaliknya yang ada pada makhluk pritama. Manusia dewasa mempunyai otak seberat 1350 gram, sedangkan simpanse dewasa hanya 450 gram. Perbedaan ini bukan hanya terdapat pada beratnya saja. Tapi juga pada struktur dan fungsinya.     

  1. Fungsi kebahasaan otak.

Hemisfer otak mempinyai peranan yang berbeda bagi fungsi kortikal. Fungsi bicara-bahasa dipusatkan pada hemisfer kiri. Akan tetapi tanpa aktifitas hemisfer kanan, pembicaraan seseorang akanmenjadi monoton.

  1. Teori laterisasi.

Tes menyimak rangkap (dichotic listening)

tes ini dilakukan dengan memperdengarkan pasangan kata yang berbeda (boy & girl, dog & cat).

Tes stimulus elektris (electrical stimulation of brain)

Dengan tes ini pusat bahasa pada otak distimuluskan dengan aliran listrik melalui thalamus lataral kiri (thalamus = satu struktur jaringan jauh di dalam otak) sehinnga menimbulkan anomia, yang mana subjek yang diteliti tidak dapat menyebutkan nama benda yang ada di depannya, meskipun lancar bercakap-cakap.

Tes grafik kegiatan elektris (electris-enchepalo-graphy )

Tes ini dilakukan untuk mengetahui adakah aliran listrik pada otak apabila seseorang sedang bercakap-cakap dan kalau ada bagian manakah yang giat mendapatkan aliran listrik ini.

Tes wada (tes amysal)

Dalam tes ini obat sodium amysal diinjeksikan ke dalam system perderan salah sat belahan otak. Hasil tes ini membuktikan bahwa pusat bahasa berada pada homisfer kiri.

Teknis fisiologi langsung (direct physiological technique)

Teknik atau tes menyimak rangkap , teknik ini merekam sacara langsung getaran-getaran elektris pada otak dengan cara electro-encephalo-grapky.

Teknik belah-dua otak (bisected brain technique)

Teknik ini sengaja membelah hemisfer dengan memotong korpus kalosum sehingga keduanya tidak mempunyai hubungan.

  1. Teori lokalisasi.

Teori berpendapat bahwa pusat-pusat bahasa dan ucapan berada di daerah broca dan wernicha.

Teknik stimulus elektrik

Teknik ini dilakukan dengan dengan cara menstimulus bagian-bagian tertentu permukaan korteks dengan aliran listrik;

Teknik perbedaan Anatom Otak

Teknik ini berpendapat bahwa ketidak simetrisan hemisfer-hemisfer otak telah ada sejak lahir.

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA ANAK.

        I.            Teori perkembangan manusia

Pandangan Behaviorisme

Menekankan bahwasanya proses pemerolehan bahasa pertama dikendalikan dari luar diri si anak, oleh rangsangan yang diberikan melalui lingkungan.

Pandanga Nativisme

Berpendapat bahwa selama pemerolehan bahasa pertama, kanak-kanak (manusia) sedikit demi sedikit membuka kemampuan lingualnya yang secara genetis telah diprogramkan.

Pandangan Kognitivisme

Jean peaget, menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu diantara beberapa kemampuan Yang berasal dari kematangan kognitif.

II.            Perkembangan motorik

Motor berarti berkembang, perkembangan motorik merupakan perkembangan bayi sjak lahir yang paling tampak, yakni sbuah perkembangan yang bertahap dari duduk, merangkak, sapai berjalan. Taklama sesudah lahir seorang bayi akan menghabiskan waktunya antara 14 sampai 18 jam untuk tidur, dan akan berangsur berkurang. Pada usia 3 atau 4 bulan. Bantuan baik dari orang tua maupun yang mengasuhnya sedikit membantu pekembangan motorik. Pemahaman penggunaan tangan juga mengikuti perkembanga yang dapat diprediksikan.

III.            Perkembangan sosial dan komunikasi

Sejak lahir bayi itusudah berkomunikasi, yakni menangis. Cara komunikasi seorang bayi kepada alam sekitar. Diapun sudah bisa merekam apapun yang dilakukan atau dikomunikasikan orang sekitar. Jangkauan dengan suara optimal yang dapat dilakukan bayi berada di dlam jangkauan frekuensi suara manusia. Bayi memang sudah terlibat secara aktif dalam proses interaktif dengan ibunya tak lama setelah dilahirkan. Pada usia dua minggu bayi sudah bisa membedakan wajah ibunya dan wajah orang lain. Pada bulan kedua bayi makin semakin sering “berdekut” bunyi seperti bunyi burung merpati. Menjelang usia ketiga bulan kemampuan kognitif bayisudah meningkat, dia tidak tertarik dngan wajah yang diam saja; dia mengharapkan lebih dari itu. Pada tahap berikutnya bayi mulai memahami “pola pikir” di dalam berkomunikasi. Menjelang usia lima bulan, bayi mulai menirukan suara dan gerak-gerik orang dewasa secara sengaja.  Bayi baru lahir sampai usia satu satu tahun lazim disebut dengan istilah infant artinya ‘tidak mampu berbicara.

i.            Tahap perkembangan Artikulasi.

~ bunyi resonasi.

~ bunyi berdekut.

~bunyi berleter.

~bunyi berleter ulang.

~ bunyi vokabel.

ii.             Tahap perkembangan kata dan kalimat.

~ kata pertama.

~ kalimat satu kata.

~ kalimat dua kata.

~ kalimat lebih lanjut.

iii.            Tahap menjelang sekolah

Kajian mandiri

  1. SEJARAH KAJIAN PEMEROLEHAN BAHASA.

Konon raja Mesir pada abad 7 Sebelum Mesir, Psammetisus 1, manyuruh bawahannya untuk mengisolasi kedua anaknya untuk mengetahui bahasa apa yang akan dikuasai anak-anak itu. Sebagai raja mesir dia mengharapkan bahasa dari anak-anak itu adalah bahasa arab, meskipun akhirnya dia kecewa.

Charles Darwin pada 1877 juga mencatat perkembangan bahasa anak lelakinya (Gleason dan Ratner 1998: 349). Ingram (1989) membagi perkembangan study perkembangan bahasa menjadi tiga tahap: periode buku harian, periode sampel besar, dan kajian longitudin[1]

  • Di kutip dari keterangan ustadz M Thohir, buku psikologi kajian teoretik, dan Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia,

Nama : Istiqomatul Khoiriyah                                                           Nim    : D02209063

 

 

 

 

 

 

 


[1] Soejono Dardjawodjoyo. Psilinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.,Jakarta: Yayasan Onor Indonesia. 2008. halm 226

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: