h1

Mei 12, 2011

PEMBAHASAN

  1. 1.      Makna Evaluasi Madia Pengajaran

Evaluasi seperti yang diuraikan pada bab yang terdahulu merupakan bagian integral dari suatu proses instruksional. Idealnya, keefektivan pelaksanaan proses instruksional diukur dari dua aspek, yaitu (1) bukti-bukti empiris mengenai hasil belajar siswa yang dihasilkan oleh system instruksional, dan (2) bukti-bukti yang menunjukkan berapa banyak kontribusi (sumbangan) media atau media program terhadap keberhasilan dan efektivan proses instruksional itu. Evaluasi tentang kedua aspek tersebut masih terasa sulit untuk dikerjakan untuk saat ini karena sering kali program media tidak bekerja sebagai bagian integral dari keseluruhan proses pengajaran.[1]

Evaluasi media pengajaran yang dimaksud adalah untuk mengetahui apakah media yang digunakan dalam proses belajar- menagajar tersebut dapat mencapai tujuan. Penialaian yang dapat digunakan dalam mengevaluasi media adalah evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

Evaluasi formatif adalah suau proses untuk mengumpilkan data tentang aktifitas dan efesiensi penggunaan media yang digunakan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperolah akan digunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan media yang bersangkutan agar dapat digunakan lebih efektif dan efesien.setelah diperbaiki dan disempurnakan, kemudian diteliti apakah media itu dapat digunakan atau tidak pada situasi tertentu.

Ada tiga tahap dalam evaluasi formatif :

(1)   evaluasi satu lawan Satu : dipilih dua orang atau lebih untuk mewakili populasi

(2)   evaluasi kelompok kecil

(3)   evaluasi lapangan[2]

Apabila media dirancang sebagai bagian integral dari proses pengajaran, ketika mengadakan evaluasi terhadap pengajaran itu sudah termasuk pula evaluasi terhadap media yang digunakan. Data empiris yang berkaitan dengan media pengajaran secara umum bersumber dari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

a)      Apakah media pengajaran yang digunakan efektif?

b)      Dapatkah media pengajaran itu diperbaiki dan ditingkatkan?

c)      Apakah media pengajaran itu efektif dari segi biaya dan hasil belajar yang dicapai oleh siswa?

d)     Kriteria apa yang digunakan untuk memilih media pengajaran itu?

e)      Apakah isi pengajaran sudah tepat disajikan dengan media itu?

f)       Apakah prinsip-prinsip utama penggunaan media yang dipilih telah yang diterapkan?

g)      Apakah media pengajaran yang dipilih dan digunakan benar-benar menghasilkan hasil belajar yang direncanakan?

h)      Bagaimana sikap siswa terhadap media pengajaran yang digunakan?

  1.  Tujuan Evaluasi Media Pengajaran

Tujuan evaluasi media pengajaran berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan diatas, yaitu:

a)      Menentukan apakah media pengajaran itu efektif.

b)      Menentukan apakah media itu dapat diperbaiki atau ditingkatkan.

c)      Menetapkan apakah media itu cost-effektive dilihat dari hasil belajar siswa.

d)     Memilih media pengajaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar didalam kelas.

e)      Menentukan apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu.

f)       Menilai kemampuan guru menggunakan media pengajaran.

g)      Mengetahui apakah media pengajaran itu benar-benar member sumbangan terhadap hasil belajar seperti yang dinyatakan.

h)       Mengetahui sikap siswa terhadap media pengajaran.

  1. Ciri-ciri Efektif Media Pengajaran

Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan  sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Hubbard, 1983). Kreteria pertamanya adalah biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Kriteria lainnya adalah ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu.

  1. Cara Evaluasi Media Pengajaran

Evaluasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti diskusi kelas dan kelompok intrviu perorangan, observasi mengenai perilaku siswa, dan evaluasi media yang telah tersedia. Kegagalan dalam mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan tentu saja merupakan indikasi adanya ketidak beresan dalam proses pengajaran khususnya menggunakan media pengajaran. Denga melakukan diskusi bersama siswa, kita mungkin dapat memperoleh informasi bahwa siswa, misalnya, lebih menyenangi belajar mandiri dari pada belajar belajar dengan media pilihan kita. Atau, siswa tidak menyukai penyajian materi pelajaran kita dengan menggunakan media transparansi, dan mereka merasa bahwa mereka akan dapat belajar lebih banyak lagi jika pelajaran itu disajikan melalui video atau film. Evaluasi bukanlah merupakan akhir dari siklus pengajaran, akan tetapi ia merupakan awal dari suatu awal dari siklus pengajaran berikutnya.

  1. Kriteria Evaluasi Media Pengajaran.
    Walker & hess (1984:206) memberikan criteria dalam mereviu perangkat lunak media pengajaran yang berdasarkan kepada kualitas.
  2. Kualitas isi dan tujuan
    1. Ketepatan
    2. Kepentingan
    3. Kelengkapan
    4. Keseimbangan
    5. Minat / perhatian
    6. Keadilan
    7. Kesesuaian dengan situasi siswa
    8. Kualitas instruksional
      1. Memberikan kesempatan belajar
      2. Memberikan bantuan untuk belajar
      3. Kualitas memotivasi
      4. Fleksibilitas instruksionalnya
      5. Hubungan dengan program pengajaran lainnya
      6. Kualitas sosial interaksi instruksionalnya
      7. Kualitas tes dan penilaiannya
      8. Dapat memberi dampak bagi siswa
      9. Dapat membawa dampak bagi guru dan pengajarannya
      10. Kualitas teknis
        1. Keterbacaan
        2. Mudah digunakan
        3. Kualitas tampilan / tayangan
        4. Kualitas penangan jawaban
        5. Kualitas pengelolaan programnya
        6. Kualitas pendokumentasiannya

Untuk tujuan praktis, berikut disajikan beberapa model daftar cek untuk mereviu dan mengevaluasi program dan media pengajaran dengan format yang sering digunakan oleh para guru dikelas, antara lain media gambar diam, media grafis, media visual yang diproyeksikan, media film dan televisi, dan komputer.

Evaluasi Gambar Diam

No

Kriteria

Rating

Tinggi      sedang        rendah

1 Relevan dengan tujuan / sasaran belajar ………        ………..        ……….
2 Kesederhanaan (rapih, teratur, tidak bercampur dengan bahan-bahan yang tidak relevan, obyek yang tidak perlu, atau latar belajang yang tidak mendukung) ………        ………..         ………
3 Tidak ketinggalan zaman (mode yang kuno dapat mengundang tawa dan menyebabkan siswa kehilangan maksut pesan gambar ) ………          ………..            ………

[1] Azhar Rasyad, Media pengajaran (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 1997) 173

[2] Anwair & Basyirudin usman, media pembelajaran (Jakarta : Ciputat pers,2002) 167

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: